Pupuk Bersubsidi di Pringsewu Disalurkan, Tahun ini Jumlahnya Berkurang

  • Whatsapp
Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Pringsewu Sri Ermalia
Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Pringsewu Sri Ermalia

Pringsewu (SNC) : Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Pringsewu Sri Ermalia menyebutkan telah menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani.

Pupuk tersebut disalurkan sejak 6 Januari lalu melalui tangan distributor. Sebelumnya petani di Pringsewu mengelukan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah setempat, kios-kios biasa tempat petani membeli pupuk semuanya dalam keadaan kosong.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sudah sejak 6 Januari setelah SK alokasi ditandatangani oleh Kadis Pertanian kita langsung meminta tolong ke temen-temen distributor untuk menyalurkan pupuk subsidi ke teman-teman petani,” ungkapnya, Selasa (19/1).

Lia menjelaskan untuk tahun 2020 ini, jatah pupuk bersubsidi di Kabupaten Pringsewu berkurang.

Sebelumnya pupuk bersubsidi dialokasikan 10 ton, sekarang menjadi 7 ton. Pengurangan tersebut kata dia sudah menjadi kebijakan pemerintah. alasannya agar petani bisa lebih mandiri dan melepaskan diri dari subsidi pemerintah.

“Memang kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, kita ada beberapa jenis pupuk yang berkurang, salah satunya adalah urea. Tahun lalu alokasi pupuk urea 10 ribu, sekarang 7 ribu. Hal ini juga dikarenakan berubahnya dosis pemupukan, kalau dulu per hektar 200 kilo sekarang 100 kilo per hektar,” kata dia.

Meskipun begitu, dia mengaku optimis, petani bisa menyerap apa yang sudah diberikan secara maksimal, sehingga nantinya bisa mengajukan alokasi pupuk kembali.

“Kalau untuk MT1 ini, insyaallah sudah mencukupi, kalau ada penyerapan berapa kekurangannya dan kita bisa mengajukan realokasi kembali,” bebernya.

Baca Juga : Petani Pringsewu Mengeluh Kelangkaan Pupuk, Begini Penjelasan Dinas Pertanian

Diketahui, harga pupuk bersubsidi naik antara 400-500 rupiah per kilonya. Pupuk urea misalnya, dari harga 1800 menjadi 2250 rupiah.

“Untuk kenaikan harga tidak hanya urea, tapi jenis pupuk lainnya seperti SP36 naik 400, pupuk organik naik 300 rupiah, dan pupuk ZA juga naik 400 rupiah. Kenaikan harga ini merupakan keputusan dari pusat,” pungkasnya. (Nurul)

Dibaca : 454 Kali

Pos terkait