Petani Pringsewu Mengeluh Kelangkaan Pupuk, Begini Penjelasan Dinas Pertanian

  • Whatsapp

Pringsewu (SNC) : Petani sawah penanam padi Kabupaten Pringsewu mengeluh kelangkaan pupuk jenis urea, NPK dan SP 36. Padahal sudah saatnya padi harus mendapat perawatan pemupukan supaya subur.

Sudiro petani asal Pekon Podomoro mengakui kesulitan mendapatan pupuk subsidi dari pemerintah, karena kios di daerahnya yang biasa tempat petani membeli pupuk semuanya dalam keadaan kosong.

Bacaan Lainnya

“Padi saya tanam sudah lima belas hari, baru satu kali di pupuk hari ini, itu pun beli dari tetangga 110 ribu per sak pupuk urea, karena tetangga saya punya stok pupuk tahun kemaren, kalau beli di kios pupuk barangnya kosong,” kata Sudiro, kepada sakanews.com , Selasa (5/1/2020).

Hartono petani asal Tambah Rejo Kecamatan Gading Rejo, juga sama mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi bagi petani.

Dia mengatakan sudah sepuluh hari padinya ditanam tapi belum pernah diberi pupuk, sebab kios yang biasa ia membeli dalam keadaan kosong.

“Saya udah keliling di kios-kios pupuk yang ada di Gading Rejo, semuanya kosong katanya nunggu sampai tanggal 15 minggu depan,” kesal Hartono.

Menyikapi keluhan ini, Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Pringsewu Sri Emilia, memberikan penjelasan prihal kondisi pupuk di Pringsewu saat ini.

Dia menyampaikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi harus melalui beberapa prosedur, dan salah satunya surat keputusan (SK) dari Menteri Pertanian tentang pupuk bersubsi diperuntukan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani (gapoktan).

“Alhamdulillah SK dari Kementrian Pertanian sudah keluar hari Sabtu (1/1) yang lalu. Setelah itu, dari Kementan dibreak down dulu di Provinsi baru ke Kabupaten,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya, lanjut dia, setelah SK tersebut turun, hari Senin kemarin tanggal 4 Januari 2021, Provinsi yang mengalokasikan pupuk ke Kabupaten.

“Nanti setelah alokasi dari Provinsi datang, pupuk yang tiba ini kami pisah-pisah dan kami minta tanda tangan Bu Kadis,” jelasnya.

Kemudian, setelah mendapatkan tanda tangan dari Kadis Pertanian, lanjutnya, kantor kemudian mengirim email ke Provinsi dan ke distributor.

“Baru nanti distributor ini bisa mengalokasikan dan mendistribusikan ke kios-kios. Jadi bukan langka, setiap akhir tahun memang begitu, Insya Allah beberapa hari ini pupuk sudah di salurkan ke kios-kios ” tambahnya. (Nurul)

Dibaca : 456 Kali

Pos terkait