New Normal Dunia Pendidikan, LPA Pesawaran, Cermati karena Menyangkut Nyawa Jutaan Anak dan Guru

  • Whatsapp
Ketua LPA Pesawaran Evi Susina yang juga anggota DPRD Kabupaten Pesawaran
Ketua LPA Pesawaran Evi Susina yang juga anggota DPRD Kabupaten Pesawaran

New Normal Dunia Pendidikan, LPA Pesawaran, Cermati karena Menyangkut Nyawa Jutaan Anak dan Guru

Pesawaran (SNC) : Menjelang akan diberlakukannya era new normal atau tatanan kehidupan baru, pemerintah berencana membuka kembali sekolah. Namun, rencana tersebut diantaranya menuai sejumlah kritik dan saran dari berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya

Kritik dan saran tersebut salah satunya datang dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak ( LPA) Kabupaten Pesawaran.

“Saya mengingatkan agar semua pihak harus fokus dan sungguh sungguh dalam menerapkan new normal menjelang diadakannya kegiatan belajar mengajar disekolah,”tutur legialator partai Gerindra, saat dikonfirmasi Sakanews di ruang Komisi II DPRD Pesawaran, Rabu (10/6/2020).

Anggota DPRD Pesawaran ini menyarankan agar kegiatan belajar mengajar bagi murid TK dan SD untuk ditunda terlebih dahulu mengingat tren kasus Covid-19 yang masih bertambah.

“Untuk murid TK dan SD seharusnya jangan bersekolah dulu, mengingat
seusia mereka belum mengerti akan rawan dan bahayanya virus corona, di samping daya tahan tubuh mereka belum kuat ,”papar Evi Susina.

BACA JUGA : Ini Lima Tempat Pelayanan SKS Bebas Covid-19 di Pesawaran

Masih kata Evi, jadi dari apa yang dinilai oleh LPA, ia menilai bahwa belum bisa anak-anak masuk sekolah seperti biasa.

Solusi sementara yang dianjurkan oelh Ketua LPA Pesawaran ini adalah kembali melanjutkan kegiatan belajar mengajar melalui media daring atau online.

Namun, menurut Evi, bagi anak anak yang duduk dibangku sekolah tingkat SMP dan SMA atau SMK di perbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, sebab seusia itu sudah mengerti dan memahami akan bahayanya virus mematikan itu. Di samping itu siswa dalam melakukan aktivitas belajar menggunakan masker.

Evi melanjutkan, selain memakai masker, dan juga siswa dalam kelas harus dibagi jangan terlalu banyak siswa di dalam kelas. Begitu juga dengan belajar maksimal harus jangan lebih dari 4 jam saja.

“Itu seandainya pemerintah
memang memberlakukan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak dinas pendidikan dan bersama-sama akan mensosialisasikan kepada anak didik jika memang diberlakukannya kegiatan belajar mengajar.

Evi melanjutkan, sembari menunggu kondisi membaik diharapkan harus ada perhatian , terhadap cara sekolah menangani pasien Covid-19.

“Nanti pihak sekolah harus mempunyai kewajiban menyediakan misalnya alat kebersihan untuk cuci tangan, seberapa banyak di tiap kelas atau tiap sekolah,” tandasnya.

BACA JUGA : Delematis Perguruan Tinggi, 30 Persen Mahasiswa Tak Mampu Bayar Perkuliahan, hingga Kesiapan Menjalankan New Normal

LPA Pesawaran lanjutnya masih mewanti-wanti kepada pemerintah untuk benar-benar cermat dan hati-hati dalam mengambil keputusan membuka sekolah ini.

Terlebih dengan melihat fenomena akhir-akhir ini di masyarakat yang menunjukkan bandara, pusat perbelanjaan dan beberapa tempat umum lainnya sudah ramai dan dipadati masyarakat setelah adanya pelonggaran kebijakan.

“Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak mengambil kebijakan menyangkut anak,” tegasnya.

Kebijakan ini bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan dengan mudah atau begitu saja, perlu ada pertimbangan yang memperhatikan banyak aspek, terutama kesehatan dan keselamatan.

“Membuka sekolah harus dipikirkan dengan matang oleh pemerintah pusat dan daerah, karena ini menyangkut keselamatan guru dan terutama keselamatan jutaan anak-anak Indonesia yang menjadi peserta didik dari PAUD sampai SMA/sederajat,”pungkasnya. (Nal)

Dibaca : 815 Kali
banner 300x250banner 300x250

Pos terkait