Delematis Perguruan Tinggi, 30 Persen Mahasiswa Tak Mampu Bayar Perkuliahan, hingga Kesiapan Menjalankan New Normal

  • Whatsapp

Delematis Perguruan Tinggi, 30 Persen Mahasiswa Tak Mampu Bayar Perkuliahan, hingga Kesiapan Menjalankan New Normal

Bandarlampung (SNC) : Rektor IBI Darmajaya Firmansyah menjelaskan bahwa Covid-19 berpengaruh pada berbagai sektor, termasuk pada perguruan tinggi khususnya kondisi mahasiswa di Lampung

Bacaan Lainnya

Pendidikan saat ini menurutnya dalam kondisi delematis, disamping para perguruan tinggi berupaya membantu mahasiswa agar tetap lanjut kuliah, namun disisi lain kampus juga perlu pembiayaan

“Saat ini kita dalam kondisi dilematis, dimana kita berupaya untuk membantu memfasilitasi agar mahasiswa dapat lanjut. Tapi disisi lain para pendidik membutuhkan pembiayaan,” ujar Firmansyah.

Hal ini diungkapkan Firman dalam pertemuan antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Provinsi Lampung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Selasa (9/6/2020)

Menurut Firman kondisi ini dialami perguruan tinggi sejak Corona muncul. Oleh karena itu, lanjut Firman, pihaknya menghadap Gubernur Lampung terkait hal ini, sekaligus membahas penerapan new normal yang tak lama lagi akan dijalankan

Ketua Yayasan Umitra Andi Surya juga turut menjelaskan bahwa Covid-19 ini memang memiliki dampak bagi sektor pendidikan di perguruan tinggi,

Menurutnya Sekitar 30% mahasiswa akibat dampak corona tidak mampu melakukan pembayaran perkuliahan.

Selain menyampaikan kondisi perguruan tinggi dan kesulitan mahasiswa diketahui dalam pertemuan tersebut mereka juga menyampaikan soal perguruan tinggi negeri menaikkan kuota penerimaan mahasiswa baru, termasuk kesiapan pihak kampus menerapkan protokol kesehatan menjalankan new normal

Sementara itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menuturkan, terkait penerapan New Normal di kampus-kampus tentu harus dilakukan pengkajian agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

“Pengkajian ini harus dilakukan benar-benar. Nanti hasil pengkajian ini, akan saya buat surat kepada Mendagri dan Mendikbud,” ujar Gubernur Arinal.

Iapun menuturkan bahwa saat ini baru tempat peribadatan yang boleh dilaksanakan, namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar.

Namun untuk pendidikan perlu dilakukan pengkajian agar tidak menimbulkan persoalan baru dikemudian hari

Dalam kesempatan yang sama, Liaison Officer (LO) BNPB, Marsda (purn) Nazirsyah menuturkan bahwa dirinya akan menyampaikan masukan terkait perkuliahan ini kepada pusat,

Diantaranya perguruan tinggi telah siap menerapkan protokol kesehatan, dan jumlah mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan perkuliahan akan dibagi menjadi 50% dari perkuliahan biasanya. (Adpim)

Dibaca : 580 Kali
banner 300x250banner 300x250

Pos terkait