Sisa Uang 100 ribu, Pemudik Tujuan Krui Terlunta -lunta di Merak Banten

  • Whatsapp
Pemudik tertidur di emperan toko merak Banten, tak dapat menyeberang ke Bakauheni ( CNN Indonesia/Yandhi)
Pemudik tertidur di emperan toko merak Banten, tak dapat menyeberang ke Bakauheni ( CNN Indonesia/Yandhi)

Sisa Uang 100 ribu, Pemudik Asal Krui Terlunta -lunta di Merak Banten

Nasional (SNC) : Dua hari sudah Sirli tidur diemperan berpindah – pindah dari toko satu ke toko lainnya.

Bacaan Lainnya

Harapan dia hendak Pulang ke Lampung pupus karena imbas larangan mudik.

Dia mengaku berangkat dari Bandung pada Senin (27/4) malam lalu dan sampai di Merak sehari setelahnya.

Namun, dia tidak bisa menyeberang ke Bakauheni karena larangan mudik yang sudah diterapkan

“Saya sudah dua hari di sini. Perjalanan malam Selasa dari Bandung. Kalau pelarangan (mudik) di Merak saya belum tahu. Kalau PSBB saya udah tahu,” kata Sirli saat, Jumat (1/5).

Selama di pelabuhan, Sirli tidur berpindah-pindah, mencari halaman toko yang tutup.

Saat pagi Sirli pun harus rela diusir penjaga atau pemilik gerai karena toko harus dibuka.

Sirli merupakan salah satu pekerja yang mengadu nasib di perantauan.

Ia sendiri pekerja front liner di Lion Air, namun ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak dari Pandemi covid-19

Bermodal Rp.500 ribu di dompet, dia nekat pulang kampung ke Krui, namun harapan untuk sampai ke kampung halaman tertahan karena aturan pelarangan mudik yang sudah diterapkan

Dua hari Terlunta -lunta di Merak Kini uangnya kian menipis.

“Sekarang tersisa Rp100 ribu. Itu pun minta bantuan ke keluarga untuk ditransfer,” katanya.

Sirli berharap pemerintah memberikan kelonggaran bagi dia untuk menyeberang ke Bakauheni dan berkumpul dengan keluarganya.

Sirli mengaku telah memiliki istri dan anak, mereka telah lebih dulu pulang kampung pekan lalu.

Ia sendiri sempat bertahan, namun Karena di perantauan tak ada harapan lagi, iapun memutuskan ikut pulang ke Lampung dengan sisa uang yang ada

“Anak istri saya udah saya suruh pulang duluan. Saya memaksakan pulang kampung karena bertahan hidup di Bandung sendiri sudah sulit. Apapun risikonya, saya harus pulang kampung. Saya mohon ke pemerintah,” katanya. (ynd/has)

Artikel ini diterbitkan CNN Indonesia berjudul : Kisah Pemudik Terlunta-lunta di Merak, Tidur di Emperan Toko

Dibaca : 6.643 Kali
banner 300x250banner 300x250

Pos terkait