Untuk PAD Tiap Bulan Sari Ringgung Setor Belasan Juta ke Pemda

  • Whatsapp
Direktur Utama Pantai Sari Ringgung, Andri Surya saat menjelaskan tentang izin bangunan di are Pasir Timbul sekaligus memaparkan sejumlah retribusi yang disetorkan ke Pemda, Jumat (13/12/2019)
Direktur Utama Pantai Sari Ringgung, Andri Surya saat menjelaskan tentang izin bangunan di are Pasir Timbul sekaligus memaparkan sejumlah retribusi yang disetorkan ke Pemda, Jumat (13/12/2019)

Pesawaran (SNC):  Direktur Utama Pantai Sari Ringgung, Andri Surya mengaku jika Pantai Sari Ringgung setiap bulan tertib membayarkan kewajiban berupa pajak kepada pemerintah daerah kabupaten setempat dalam rangka mendorong PAD 
 

Pajak yang diberikan kepada Pemda tersebut menurutnya merupakan kewajiban yang harus mereka penuhi setiap bulan. Besarannya, mulai dari 2,5 juta hingga mencapai  belasan juta rupiah

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini diungkapkan Andi Surya saat menerima kedatangan komisi II DPRD Pesawaran ketika melakukan sidak terkait pemberitaan salah satu media harian, tentang adanya permintaan pembongkaran bangunan Sari Ringgung yang ada di area Pasir Timbul 

“Kami tertib bayar pajak. Ada pajak restoran, ada pajak rumah makan kalau disini warung, pajak pondok, pajak parkir kalau rata- ratanya sekitar 10 sampai 15 juta, Pajak Sampah juga ada 2,5 juta tiap bulan,” ungkap Andri, Jumat (13/12/2019)

Selain tertib membayarkan kewajiban, Andri juga mengaku bahwa berkaitan dengan bangunan pihaknya berdiri di Pasir Timbul yang dipersoalkan, dikatakan jika sebelumnya Sari Ringgung telah memiliki izin Pemda

Izin tersebut menurut dia telah diterbitkan pada tahun 2013 lalu. 

Ia juga mengatakan, bahwa bangunan yang berdiri saat ini hanya hasil renovasi dari bangunan sebelumnya yang sudah lapuk

Dan itu menurutnya tidak permanen, sebab kondisi bangunan sekarang tidak merubah bentuk dari kontruksi bangunan yang terdahulu

“Hanya bangunananya aja yang baru, kalau berdiri bangunannya dari awal 2013, kita lengkap kok pak masalah perizinan dari 2013 sampai dengan saat ini,” kata Andri

“Dan tentu saja kita sesuai dengan peraturan, ketika memang ranahnya kecamatan kami ke kecamatan, ketika ranahnya ke kabupaten kami ke kabupaten . Tapi saya jelaskan tidak merubah bentuk kontruksi bangunan, bedanya cuma pada kakinya,” papar Andri

sementara itu menanggapi ini, Ketua Komisi II DPRD Pesawaran, Saptoni mengatakan, bahwa pihaknya telah menyaksikan jika kontruksi bangunan masih menggunakan kayu 

namun begitu pihaknya akan melakukan penyisiran lebih lanjut terkait aturan yang ada . 

Pihaknya juga akan melakukan penyisiran soal pajak retribusi yang dibayarkan pihak ringgung ke Pemda

Mereka ingin memastikan jika besaran dana yang disetorkan tersebut benar-benar sampai kentangan Pemda

“Untuk bangunan setelah kita tindak lanjuti kesini masih kayu semua. Cuma untuk PAD kita akan dalami lebih lanjut karena kalau sudah berbicara PAD kita harus ada regulasi yang jelas,” kata Saptoni

Rombongan Komisi II meminta keterangan pihak Pantai Sari Ringgung soal keberadaan bangunan di Pasir Timbul serta mempertanyakan tentang retribusi pantai untuk PAD
Rombongan Komisi II meminta keterangan pihak Pantai Sari Ringgung soal keberadaan bangunan di Pasir Timbul serta mempertanyakan tentang retribusi pantai untuk PAD

” Kalau memang ada kontribusi yang nyata dari pihak Ringgung, kita juga ingin memastikan itu betul- betul sampai pada dinas terkait , nanti tahun 2020 kita akan kembali membuat Pansus PAD dalam ragka mendorong peningkatan PAD kita,” terang dia. (red)

Dibaca : 499 Kali
banner 300x250

Pos terkait