3 Jam Perjalanan, Jasad Pemuda Tewas di Air Terjun Pesawaran Gunakan ini

  • Whatsapp
Babinkamtibmas dan warga, Evakuasi jasad David Agustinus Saragi (25) korban tenggelam di Lokasi Air Terjun Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Selasa (10/12/2019)
Babinkamtibmas dan warga, Evakuasi jasad David Agustinus Saragi (25) korban tenggelam di Lokasi Air Terjun Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Selasa (10/12/2019)

Pesawaran (SNC): Sulitnya medan yang harus ditempuh dengan jarak sekitar 5 Km lebih, membuat masyarakat Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, kesulitan membawa jasad pemuda Bandar Lampung yang tewas tenggelam dilokasi air terjun desa setempat

Babinkamtibmas, Bripka Santoso mengatakan, masyarakat terpaksa membawa jasad korban David Agustinus Saragi (25) menggunakan kendaraan roda dua

Muat Lebih

“Karena kalau jalan kaki ini bisa memakan waktu sampai tiga jam perjalanan, bisa -bisa setengah hari baru sampai desa,” kata Bripka Santoso kepada sakanews.com, Selasa (10/12/2019)

Namun demikian kata Bripka Santoso, jasad korban diletakan dengan penuh hati-hati.

Warga juga memberikan alas berupa beberapa pohon pisang yang disusun, sebelum akhirnya dibawa keperkampungan 

“Sekarang korban ada di rumah pak kepala desa Khamroni sambil menunggu mobil ambulan datang untuk selanjutnya dibawa ke Bandar Lampung (rumah duka,) ” terangnya




Diketahui pemuda berusia 25 tahun tersebut tewas setelah terseret arus dan tenggelam dilokasi wisata desa tersebut. 
Kejadian ini terjadi sekitar pukul. 16.00  Senin (9/12/2019) sore .

Ketika itu korban bersama ke empat rekan lainnya tengah berlibur menikmati keindahan alam.

“Kejadian jam 4 sore kemarin. Korban dengan rekan kerjanya mandi berlibur. habis berfoto- foto korban lompat dari tepi air terjun, diduga tidak bisa berenang akhirnya terseret arus dan tenggelam ,” ungkap Bripka Santoso

Saat kejadian salah satu dari ke empat rekan kerja korban sempat berupaya menolong korban yang terseret arus. Namun upaya tersebut sia-sia.
 



Arus yang deras membuat genggaman tangan rekan korban terlepas, hingga akhirnya korban terseret di kedalaman air

Selanjutnya rekan korban meminta pertolongan warga. Korban dapat ditemukan keesokan harinya sekitar pukul. 8. 00 wib pagi Selasa (10/12/2019), tepatnya setelah warga dan Babinkamtibmas berjibaku melakukan pencarian selama 16 jam . (aji)

Dibaca : 530 Kali
banner 300x250

Pos terkait