Bupati Minta PGRI Tidak Berpolitik, Ketua PGRI Minta Dijadikan Kekasih

  • Whatsapp
banner 468x60
Pesawaran
(SNC): Konferensi Kabupaten ke-II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
Kabupaten Pesawaran tahun 2017, di Gedung PGRI Kecamatan Kedondong, Rabu (18/1/2017).
Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona meminta agar PGRI Kabupaten Pesawaran tidak
melibatkan diri dalam kancah politik.

Secara tegas Dendi mengatakan, PGRI harus berjalan sesuai
perannya, guru harus fokus pada profesi yang diemban, yakni mengajar
mencerdasakan anak bangsa melalui dunia pendidikan.“Tidak usah ikut berpolitik,
kalaupun mau berpolitik, pensiun dulu baru masuk parpol, jadi jangan dicampur
adukan,” Pesan Dendi,

PGRI sebagai Organisasi senior di Indonesia, harus mampu terus
menunjukkan eksistensinya dan ikut berpartisipasi dalam melakukan proses
pembangunan, khususnya dalam sektor pendidikan. “PGRI ini sudah ada sejak
1945, makanya saya sangat mengapresiasi dengan apa yang telah diperbuat oleh
organisasi itu. Dan untuk organisasi PGRI yang ada di Kabupaten Pesawaran,
walaupun masih berdiri sejak 2007 meski masih ada kekurangan, saya minta untuk
tetap berkontribusi dalam proses pembangunan,” tambahnya.

Dijelaskannya,
pada masa kepemimpinannya kali ini, ia akan terus berupaya untuk memudahkan
semua proses yang dianggap mampu mensejahterakan para guru. “Sejak saya
menjadi anggota dewan, saya sudah menyuarakan untuk kesejahteraan guru, sebab
apa, ibu saya juga memiliki dasar di bidang pendidikan, makanya beliau selalu
meminta saya untuk memperjuangkan nasib guru,” jelasnya.

Ia
pun mengakui bahwa, dirinya selama menjabat sebagai Bupati Pesawaran belum
sepenuhnya mampu mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan PGRI Kabupaten
Pesawaran. “Saya sejauh ini belum dapat berbuat apa-apa untuk PGRI,
walaupun organisasi PGRI di Kabupaten Pesawaran terbilang baru, tapi tentunya,
roda kegiatan harus terus berjalan meskipun masih ada kekurangan dalam hal
sarana dan prasarananya,” akunya.

Sementara
itu, Ketua PGRI Provinsi Lampung Wayan Santri Jaya menginginkan bahwa, Pemkab
Pesawaran dapat menjadikan PGRI sebagai Organisasi yang dapat melekat pada
Pemkab Pesawaran. “Saya ingin PGRI ini bukan dijadikan sebagai istri, tapi
seperti kekasih, karena jika menjadi pacar sudah pasti apa yang diinginkan PGRI
dapat direalisasikan oleh Pemkab Pesawaran,” tukasnya.

Kendati
demikian, ia juga mengharapkan kepada para anggota PGRI yang ada di Kabupaten
Pesawaran untuk dapat terus bekerja menjalankan tugasnya dengan baik.
“Jadi kalau semua kebutuhan yang diharapakan PGRI terhadap Pemkab
Pesawaran dapat direalisasikan, tapi masih saja ada guru yang malas, ini yang
tidak perlu dipertahankan pindahkan saja kelaut,” guraunya. (Ktr-SNC)
Facebook Comments

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60